BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Satu Tahun Pemerintahan Mualem–Dek Fadh Dikritik, Aktivis Nilai Aceh Belum Tunjukkan Kemajuan

49
×

Satu Tahun Pemerintahan Mualem–Dek Fadh Dikritik, Aktivis Nilai Aceh Belum Tunjukkan Kemajuan

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh ( DERAP KEADILAN.COM ) — Memasuki satu tahun pemerintahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh), sejumlah kalangan aktivis mulai melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintahan yang dinilai belum menunjukkan capaian signifikan bagi masyarakat Aceh.

 

Pasang Iklan Disini:
Mitra Kerjasama Dengan kami Klik E-katalog Disini:

 

Aktivis perempuan Aceh, Yulindawati menyatakan sependapat dengan pernyataan yang belakangan viral di masyarakat dengan istilah “Apa Karya”. Menurutnya, istilah tersebut mencerminkan kegelisahan publik terhadap capaian pembangunan Aceh selama satu tahun terakhir.

 

 

Pernyataan ‘Apa Karya’ bukan sekadar kritik kosong, tetapi menggambarkan realitas yang dirasakan masyarakat. Hingga saat ini, belum terlihat program besar yang benar-benar memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat,” ujar yulindawati dalam keterangannya.

 

 

Ia menilai, di bawah kepemimpinan Mualem dan Dek Fadh, Aceh justru menghadapi berbagai tantangan yang belum tertangani secara maksimal, baik dalam sektor ekonomi, sosial, maupun tata kelola pemerintahan.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-79, Kapolresta Pati: Polisi Harus Hadir untuk Masyarakat, Bukan Ditakuti

 

 

Selain itu, yulindawati juga meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya pemerintahan Aceh. Menurutnya, pengawasan pemerintah pusat penting untuk memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

 

 

Dalam pernyataannya, yulindawati juga menyoroti berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait kepemimpinan gubernur, termasuk gaya kepemimpinan serta sejumlah janji politik yang dinilai belum terealisasi.

 

 

Janji-janji politik yang disampaikan saat masa kampanye hingga kini belum terlihat realisasinya secara nyata. Pemerintah Aceh harus segera menunjukkan program kerja yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

 

 

Ia berharap pemerintah Aceh dapat segera melakukan evaluasi internal serta mempercepat realisasi program prioritas demi menjawab harapan masyarakat.

 

 

Yulindawati meminta DPRA memakzulkan mualem sebagai Gubernur.

 

Penulis>>{ Rimung }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *