BeritaDaerahEkonomiHot NewsNasionalPemerintahPolitikPolri-TNISosialTerkini

Bantuan 500 Ton untuk Aceh Tertahan Lebih Sebulan, Bos Pon Ancamo Demo – Rimung Buloh: “Ramadan Dekat, Kenapa Pemerintah Tak Punya Hati Nurani?”

38
×

Bantuan 500 Ton untuk Aceh Tertahan Lebih Sebulan, Bos Pon Ancamo Demo – Rimung Buloh: “Ramadan Dekat, Kenapa Pemerintah Tak Punya Hati Nurani?”

Sebarkan artikel ini

MALASYIA/BANDA ACEH ( DERAP KEADILAN.COM ) – Ketua Sabena Komuniti Aceh Malaysia, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Bos Pon, mengumumkan rencana untuk menggelar demonstrasi besar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur jika sekitar 500 ton bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh tidak segera diizinkan masuk ke dalam negeri. Bantuan tersebut telah tertahan lebih dari sebulan.

 

Jika izin masuk bantuan tidak segera dikeluarkan oleh Presiden, kami bersama mahasiswa Aceh akan menggelar aksi protes di kedutaan. Semua bantuan yang ada di gudang akan kami bawa dan buang di depan kedutaan,” tegas Bos Pon kepada awak media pada sabtu (30/1/2026).

 

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pernah berjanji untuk mempermudah proses masuknya bantuan dari luar negeri ke tanah air. Namun, kenyataannya hingga saat ini janji tersebut belum terwujud.

 

Kami bukan teroris atau pemberontak, kami hanya membawa bantuan makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar untuk saudara kami di Aceh. Kami mohon masalah ini segera diselesaikan agar jangan sampai rakyat Aceh semakin kecewa terhadap pemerintah pusat,” ucapnya.

Baca Juga:  Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 101 Perwira Tinggi TNI

 

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad atau Rimung Buloh, mengangkat bicara dengan nada tegas. Ia menyatakan kekhawatirannya terkait keterlambatan izin masuk bantuan dan mengajukan kritik kepada pemerintah pusat.

 

Pemerintah pusat jangan undang lagi komplit dengan rakyat Aceh jika tidak benar-benar ingin membantu. Bisa-bisa masyarakat akan berpikir bahwa pemerintah pusat tidak mau mengeluarkan izin buat bantuan ke Aceh karena memang benci kepada rakyat Aceh,” kata Rimung Buloh dengan nada menegangkan.

 

Ia juga menambahkan bahwa kedatangan bulan suci Ramadan semakin dekat, dan kebutuhan masyarakat akan bantuan kemanusiaan semakin mendesak. “Apalagi ini sudah dekat dengan bulan suci Ramadan, sangat masyarakat butuhkan bantuan kemanusiaan. Kenapa pemerintah tidak ada hati nurani kepada masyarakat Aceh?” ujarnya dengan emosional.

 

Rimung Buloh menjelaskan bahwa bantuan yang dikumpulkan oleh komunitas Aceh di Malaysia merupakan bentuk kepedulian yang tulus terhadap saudara mereka yang sedang mengalami kesulitan. “Kami mengharapkan pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini. Proses perizinan yang terlalu panjang hanya akan membuat korban bencana semakin menanggung beban berat. Semua pihak perlu bekerja sama guna memastikan bantuan dapat segera sampai ke tangan yang membutuhkannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Sosok Pengacara Pasutri Terkait Kasus Jual Beli Ginjal Asal Sidoarjo Rela Tidak Dibayar Demi Kemanusiaan

 

Sebelumnya, pada Desember 2025, Aceh telah menerima bantuan dari relawan Malaysia sebanyak tiga ton yang terdiri dari obat-obatan, pakaian, serta didampingi oleh tenaga medis. Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem juga pernah menyatakan bahwa bantuan dari luar negeri diterima sebagai bentuk kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat masih sangat besar. Namun, terdapat juga kasus bantuan yang terhambat atau bahkan dilaporkan hilang, yang semakin menambah kekhawatiran masyarakat terhadap penanganan bantuan di daerah.

 

Rimung Buloh juga menyatakan bahwa media massa siap untuk terus mengawal proses penanganan bantuan ini agar transparan dan sesuai dengan harapan masyarakat.

 

penulis>>{ mutia sari }

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *