Aceh Timur ( DERAP KEADILAN.COM ) – Hubungan antara Bupati Aceh Timur dan Insan Pers lokal tengah disorot tajam, Pasalnya pada hari Selasa (30/12/2025),pemkab Aceh Timur yang di pimpin oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al’farlky menggelar konferensi pers Akhir Tahun terkait tanggap darurat bencana alam di Aceh Timur yang di laksanakan di pendopo Bupati Aceh Timur.ujar Rahmat.
Masih lanjutnya Rahmad bendahara ikatan wartawan online Indonesia (iwoi) mengatakan bahwa dugaan bupati Aceh Timur enggan bersahabat dengan awak media,”kemarin Pemkab gelar konferensi Pers kok wartawan tidak ada pemberitahuan”. kenapa hanya dua atau tiga oknum media yang di undang.ungkap Rahmad
Rahmad juga mengatakan, apakah Bupati Aceh Timur ada menyimpan rasa dendam dengan wartawan Aceh Timur terkait saat pemilu tahun lalu Pilkada telah usai,seharus jurnalis sebagai garda terdepan Apa lagi Aceh timur Sangat dasyat terkena Banjir bandang oleh karna itu seharusnya Bupati Iskandar Al-farlaky membuka hubungan baik kepada insan Pres yang berada di Aceh Timur ujar Rahmad
Beliau sekarang Bupati Aceh Timur bukan Bupati kelompok,banyak yang ingn kami pertanyakan kepadanya (Bupati,red) namun hingga saat ini Bupati tidak pernah bertatap muka dengan awak media dan hanya sekali bupati Aceh Timur hadir saat awak media menggelar maulid nabi beberapa bulan lalu.
Rahmad menilai Bupati terkesan menghindari komunikasi dengan wartawan sejak resmi dilantik pada 19 Maret 2025 lalu.
kurang lebih hampir satu tahun menjabat, tapi beliau belum pernah mengundang atau sekadar bertatap muka dengan rekan-rekan media. Ini patut dipertanyakan: ada apa sebenarnya?” ujar Rahmad.Rabu (31/12/2025)
Menurutnya Rahmat kurangnya keterbukaan itu semakin terasa saat wartawan yang bertugas di lingkungan Pemkab Aceh Timur tidak mendapatkan informasi terkait agenda kegiatan bupati dan hanya beberapa oknum media yang dilibatkan serta menggunakan media tiktok.
Saat ada pertemuan dengan beberapa Pemerintah pusat dan provinsi adanya bantuan kemanusiaan di pendopo Bupati wartawan sama sekali tidak diberitahu. Tapi anehnya, berita tentang kegiatan itu sudah tayang di beberapa media serta tiktok l,Apakah kami ini tidak dianggap?”ungkap Rahmad dengan kecewa.
Rahmad menegaskan bahwa sebelumnya hubungan media dengan Pemkab Aceh Timur selalu terjaga baik. Namun, setelah pergantian pucuk pimpinan, hubungan itu terasa renggang dan tidak harmonis.
Bupati saat ini berbeda dari pejabat sebelumnya. Jika dulu kami selalu mendapat informasi kegiatan, sekarang seakan dijauhkan. Media seolah dianggap ancaman, bukan mitra,” ujarnya.
Sebagai mantan wartawan, eks Ketua KNPI Aceh Timur, dan mantan anggota DPRA, Rahmad menyayangkan sikap Bupati yang justru mengabaikan peran media.
Beliau orang yang sangat paham dunia jurnalistik. Tapi kenapa justru menjauh dari media? Padahal, majunya suatu daerah sangat dipengaruhi oleh bagaimana media menginformasikan kebijakan kepada publik,” ujarnya.
Rahmad juga membandingkan dengan kepala daerah di kabupaten tetangga yang aktif menjalin komunikasi dengan jurnalis melalui agenda informal
Di tempat lain, bupati dan wali kota rutin berdiskusi dengan awak media. Tapi di Aceh Timur, jangankan diskusi, menyapa saja belum pernah,” tambahnya.
Ia menegaskan, media bukan musuh pemerintah, justru menjadi pilar keempat demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol, edukasi, dan informasi bagi masyarakat.
Saya berharap bupati membuka ruang komunikasi. Jika ada masalah, mari diselesaikan secara terbuka dan dewasa,” tegasnya.
Saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum tanggapan dari bupati Aceh Timur hingga berita ini ditayangkan jika nantinya ada tanggapan dari bupati Aceh Timur maka berita ini segera menayangkan berita tanggapan tersebut.Belum ada tanggapan sampai saat ini dari bupati hinga berita ini di tayangkan.;
>>>>>>>{ Yus }















